Pesawaran,sinarberitanews.com – Pembangunan gedung DPRD Kabupaten Pesawaran yang rusak akibat angin puting beliung hingga kini belum juga diperbaiki secara menyeluruh. Kondisi tersebut memicu sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat yang mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan infrastruktur pemerintahan.
Gedung yang menjadi pusat aktivitas legislatif daerah itu masih terlihat terbengkalai. Padahal, keberadaannya dinilai vital dalam menunjang fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pesawaran.
Tokoh masyarakat sekaligus salah satu pendiri Kabupaten Pesawaran, Mualim Taher, kembali menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah daerah. Ia menilai lambannya perbaikan gedung DPRD menjadi cerminan lemahnya kepemimpinan kepala daerah.
“Belum diperbaikinya Gedung DPRD Pesawaran ini menunjukkan ketidakmampuan seorang bupati dalam membangun daerahnya. Yang urgent saja tidak mampu diperbaiki, bagaimana mau membangun yang lain?” tegas Mualim.
Ia juga menyinggung kondisi infrastruktur lain, seperti jalan yang menurutnya telah bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa penanganan maksimal.
“Jalan-jalan banyak yang sudah lama rusak dan belum tuntas diperbaiki. Kalau yang mendesak saja tidak ada kemampuan untuk menyelesaikan, ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat,” lanjutnya.
Mualim menilai, pemerintah daerah seharusnya menjadikan pembangunan dan perbaikan fasilitas publik sebagai prioritas utama. Ia pun menyarankan agar kepala daerah melakukan introspeksi secara serius.
“Saya sarankan Bupati introspeksi diri. Evaluasi kepemimpinan. Kalau memang sudah tidak mampu menjalankan amanah dan membangun daerah ini dengan baik, lebih baik mundur dari jabatan. Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan,” ujarnya dengan nada tajam.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait kepastian kelanjutan pembangunan gedung DPRD maupun target waktu penyelesaiannya. Masyarakat berharap adanya kejelasan dan langkah konkret agar persoalan infrastruktur di Kabupaten Pesawaran segera tertangani.(Dyrz)
