Jakarta,sinarberitanews.com-Sorotan publik muncul dari kalangan pelanggan dan pengendara umum yang melakukan aktivitas pengisian bahan bakar di area SPBU 34.134.14, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Infrastruktur di lokasi tersebut diduga mengalami kerusakan berupa jalan berlubang yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan dari pihak terkait.
Kondisi jalan yang rusak dan berlubang di area sekitar SPBU dinilai membahayakan keselamatan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas dan melakukan pengisian bahan bakar. Selain mengganggu kenyamanan, kerusakan tersebut juga dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan, terutama pada malam hari dan saat kondisi hujan.
Menurut keterangan sejumlah pelanggan dan pengendara umum, kerusakan infrastruktur tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya tindakan perbaikan yang nyata dari pihak pengelola maupun pihak terkait lainnya.
Situasi tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang setiap hari beraktivitas di lokasi tersebut.
“Lubangnya cukup dalam dan membahayakan.
Kalau pengendara kurang hati-hati bisa terjatuh, apalagi pengendara motor,” ujar salah satu pengendara yang berada di lokasi.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan berlubang berada di area akses keluar masuk SPBU, sehingga cukup mengganggu aktivitas kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar maupun yang melintas di sekitar lokasi.
Warga dan pelanggan berharap pihak pengelola SPBU segera melakukan koordinasi dan tindakan perbaikan terhadap sarana infrastruktur yang rusak demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat luas.
Saat dikonfirmasi, beberapa petugas kebersihan toilet dan petugas pengisian bahan bakar yang identitasnya tidak ingin dipublikasikan menyampaikan bahwa pihak internal disebut telah berupaya melakukan koordinasi kepada pengelola terkait kondisi tersebut.
Namun hingga kini belum terdapat tindak lanjut perbaikan di lokasi.
“Kami hanya menjalankan aktivitas kerja seperti biasa dan berharap segera ada perbaikan,” ujar salah satu petugas.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak pengelola maupun instansi terkait agar kondisi infrastruktur di area publik tersebut segera diperbaiki guna mencegah potensi kecelakaan dan kerugian bagi pengguna jalan.
Infrastruktur SPBU yang rusak dan berlubang memicu kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan tergelincir, mempercepat kerusakan pada kendaraan (kaki-kaki dan pelek), menimbulkan kemacetan karena antrean tersendat, serta menghambat mobilitas distribusi BBM.
Berikut adalah rincian dampak utamanya:
Dampak Langsung Infrastruktur SPBU Rusak
Risiko Kecelakaan Tinggi: Jalan berlubang, licin, atau amblas di area SPBU rawan menyebabkan pengendara motor hilang kendali dan jatuh, terutama saat kondisi hujan atau minim penerangan.
Kerusakan Kendaraan: Hantaman pada roda dan suspensi akibat lubang dapat merusak shockbreaker, pelek bengkok, hingga merusak sistem kemudi kendaraan konsumen.
Kemacetan dan Antrean: Kendaraan terpaksa melambat atau bermanuver menghindari lubang sehingga memperlambat alur keluar-masuk kendaraan, yang berujung pada penumpukan antrean di dalam area pengisian.
Gangguan Mobilitas Distribusi: Kondisi jalan rusak di jalur utama keluar-masuk SPBU dapat menghambat pergerakan truk tangki BBM, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran pasokan.
(H.R)
