TANGERANG,sinarberitanews.com-Kerusakan Jalan Raya Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten, menjadi sorotan masyarakat setelah kondisi jalan yang berlubang viral di media sosial. Kerusakan tersebut dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta berpotensi menghambat kelancaran aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah titik jalan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, sebuah kendaraan roda empat dilaporkan sempat terperosok ke dalam lubang di badan jalan. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran masyarakat, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas pada sore hingga malam hari.
Pemkab Tangerang Siapkan Perbaikan Melalui APBD 2026
Menanggapi keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menyatakan bahwa perbaikan Jalan Raya Pakuhaji akan dilaksanakan secara bertahap menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyampaikan bahwa total panjang ruas Jalan Raya Pakuhaji mencapai 8,41 kilometer.
Dari total tersebut, sepanjang 6,41 kilometer disebut telah diperbaiki pada tahun sebelumnya, sedangkan sisa sekitar dua kilometer ditargetkan mendapat perbaikan pada 2026.
“Perbaikan jalan akan segera dilakukan melalui APBD 2026. Saat ini kami sudah melakukan penanganan sementara dengan tambal sulam agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat,” ujar Iwan Firmansyah, sebagaimana disampaikan dalam keterangan yang menjadi bahan pemberitaan ini.
Penanganan sementara melalui penambalan lubang dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan sebelum perbaikan permanen direalisasikan.
DBMSDA juga menyatakan akan terus mengupayakan peningkatan kondisi jalan di wilayah Kabupaten Tangerang secara bertahap.
Jalan Jati Talang Juga Masuk Target Perbaikan
Selain Jalan Raya Pakuhaji, Pemkab Tangerang juga menargetkan perbaikan Jalan Raya Jati Talang di Kecamatan Sukadiri.
Jalan tersebut menghubungkan Desa Buaran Jati, Gintung Pulo, dan Pulo Ceger, dengan panjang keseluruhan sekitar 7,8 kilometer. Dari total panjang tersebut, sekitar tiga kilometer dilaporkan mengalami kerusakan dan direncanakan mendapat penanganan pada 2026.
Rencana perbaikan sejumlah ruas jalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Masyarakat Harapkan Perbaikan Segera Direalisasikan
Viralnya kondisi Jalan Raya Pakuhaji memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap kualitas infrastruktur jalan umum. Warga berharap rencana perbaikan yang telah disampaikan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan, mengingat jalan tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Masyarakat juga berharap adanya pemeriksaan berkala terhadap kondisi jalan, penanganan cepat pada titik-titik berbahaya, serta pemasangan rambu peringatan apabila diperlukan selama proses perbaikan berlangsung.
Di sisi lain, penggunaan anggaran pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur perlu dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.
Apabila terdapat dugaan penyimpangan anggaran, hal tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari instansi berwenang berdasarkan bukti yang dapat dipertanggung jawabkan.
Awak media disebut telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Pakuhaji terkait rencana peliputan kondisi infrastruktur jalan yang dinilai berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan.
*Penutup*
Perbaikan Jalan Raya Pakuhaji menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Kabupaten Tangerang. Realisasi pekerjaan sesuai jadwal, kualitas hasil pembangunan, serta pengawasan yang memadai diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengguna jalan.
Publik kini menantikan tindak lanjut pemerintah daerah agar kerusakan jalan tidak terus menjadi ancaman bagi keselamatan masyarakat dan tidak menghambat aktivitas sosial maupun ekonomi warga.
(HR)
