SIAK,sinarberitanews.com– “Tiangnya sudah berdiri gagah di depan rumah kami, tapi kami cuma bisa menonton kabelnya lewat ke kampung sebelah.”
Keluhan itu datang dari Pak Sitepu, warga RT.01/RW.01 Dusun 1, Desa Tasik Betung, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau. Sudah puluhan tahun bermukim, warganya hingga kini belum menikmati listrik PLN.
Ironisnya, infrastruktur dasar sudah ada. Tiang listrik milik PT PLN (Persero) telah tertancap di depan rumah warga sejak lama. Namun sambungan rumah tak kunjung tiba.
*15 Bulan Hanya Survei Tanpa Hasil*Menurut pengakuan Pak Sitepu saat diwawancarai http://sinarberitanews.com pada 25 April 2026, proses pendataan warga sudah dilakukan sejak Januari 2025. Kepala Desa Anas kala itu meminta fotokopi KTP dan KK atas instruksi PLN agar penerangan segera terealisasi.
“Kami sudah kasih semua data yang diminta. PLN datang survei terus, tapi hasilnya tidak ada,” ujar Pak Sitepu.
Hal senada dikonfirmasi Ketua RT.01, Mandonting, melalui sambungan telepon pada 27 April 2026. “Memang betul sudah pernah didata untuk penerangan dari PLN. Tapi sampai hari ini hasilnya belum ada juga,” katanya.
*Hidup dengan PLTS & Blankspot*
Tanpa listrik PLN, warga bertahan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) seadanya. “Kurang maksimal, Pak. Untuk nyalakan lampu malam saja pas-pasan, apalagi buat anak cucu belajar,” keluh Pak Mus, warga lainnya.
Kondisi makin berat karena Dusun 1 Tasik Betung juga termasuk area blankspot. Sinyal seluler sulit, sehingga komunikasi dan akses informasi warga turut terhambat.
*“Apakah Kami Tidak Layak Terang?”*
Pak Sitepu, Pak Mus, Pak Syahrial dan warga lain mempertanyakan komitmen PLN sebagai BUMN penyedia listrik negara. “Apa memang kami seperti ini terus? Apakah kami tidak layak mendapat penerangan dan hanya sebatas angan-angan?” ucap Pak Sitepu dengan nada lirih.
Ia menegaskan warga bersedia urunan biaya sesuai kemampuan jika itu jadi kendala. “Kami sangat butuh listrik untuk hidup sehari-hari. Anak cucu kami mau belajar malam pun susah.”
*Harap Bupati Afni Turun Tangan*
Melalui media ini, warga menitipkan harapan khusus kepada Bupati Siak, Ibu Afni, serta pemerintah pusat dan Provinsi Riau.
“Kami minta permintaan kami dikabulkan secepatnya. Sudah sekian lama kami nantikan. Kami belum sepenuhnya menikmati hak atas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kalau listrik PLN masuk, masyarakat pasti bertambah sejahtera,” tutup Pak Sitepu.
Warga berharap tiang yang sudah tegak itu tidak hanya jadi monumen, tapi benar-benar mengalirkan cahaya ke rumah-rumah mereka.(Rons)

