SUKABUMI,sinarberitanews.com- Festival Kopi Sukabumi 2025 menjadi ajang penting dalam memperkuat potensi ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Kegiatan yang digelar di Gedung Promosi dan Pusat IKM, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, tak hanya menampilkan produk kopi lokal, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi lintas sektor, termasuk bidang peternakan.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi, drh. Asep Kurnadi, menilai bahwa pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan perlu disinergikan dengan sektor peternakan. Menurutnya, dua sektor ini saling mendukung dalam mewujudkan ketahanan pangan dan ekonomi berkelanjutan di daerah.
“Sektor peternakan dan perkebunan kopi memiliki hubungan erat, terutama dalam pemanfaatan limbah organik dan peningkatan produktivitas lahan. Sinergi keduanya akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas sumber ekonomi masyarakat,” ujar drh. Asep Kurnadi.
Ia menjelaskan bahwa integrasi sistem pertanian-peternakan dapat memberikan dampak positif terhadap efisiensi produksi. Misalnya, pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai pakan ternak alternatif serta penggunaan pupuk organik dari kotoran ternak untuk mendukung tanaman kopi yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
“Kita ingin setiap komoditas unggulan daerah saling menopang. Dengan begitu, ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih stabil tanpa bergantung pada satu sektor saja,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, drh. Asep Kurnadi juga mengapresiasi langkah Bupati Sukabumi H. Asep Japar yang menginstruksikan seluruh instansi dan BUMD untuk menggunakan kopi lokal dalam setiap kegiatan resmi. Menurutnya, kebijakan itu mencerminkan komitmen pemerintah terhadap kemandirian ekonomi daerah.
“Instruksi Bupati adalah langkah konkret dalam mendukung pelaku IKM lokal. Ini juga membuka peluang kerja sama lintas sektor, termasuk dalam pengembangan produk turunan seperti pupuk organik dan bioteknologi hasil peternakan,” jelasnya.
Festival yang diikuti oleh 20 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kopi ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Ke depan, Dinas Peternakan siap berkolaborasi dalam program peningkatan nilai tambah produk pertanian dan peternakan berbasis potensi lokal.
“Kita ingin ekonomi Sukabumi tidak hanya tumbuh dari satu komoditas, tapi dari keterpaduan antar sektor yang saling menguatkan,” pungkas drh. Asep Kurnadi.(mem)
