Proyek SPAM Disorot Warga, Kebocoran Di Perumnas Podosari Diduga Kelalaian Pengawasan Dinas PUPR -->

Proyek SPAM Disorot Warga, Kebocoran Di Perumnas Podosari Diduga Kelalaian Pengawasan Dinas PUPR

22/01/2026, Januari 22, 2026

PRINGSEWU,sinarberitanews.com — Proyek Pengembangan Jaringan Distribusi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, menuai kecaman keras dari masyarakat. Proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu itu dinilai gagal total lantaran tidak dapat dimanfaatkan oleh warga meski menelan anggaran mencapai Rp1,35 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Air Minum Tahun Anggaran 2025.

Pantauan di lapangan menunjukkan, jaringan pipa yang telah terpasang justru mengalami kebocoran di banyak titik, khususnya di sekitar kawasan Perumnas Podosari. Air terlihat keluar dari dalam tanah, sambungan pipa, hingga jalur distribusi lingkungan, lalu mengalir ke parit dan badan jalan tanpa bisa dimanfaatkan warga. Ironisnya, rumah-rumah warga yang berada tepat di jalur jaringan SPAM justru tidak mendapatkan pasokan air bersih sama sekali.


“Airnya bocor di mana-mana, tapi ke rumah warga tidak ada. Ini proyek besar, tapi hasilnya seperti dikerjakan asal-asalan,” ujar seorang warga Perumnas Podosari, Kamis (22/1/2026).


Warga menduga kuat kebocoran tersebut terjadi akibat pemasangan pipa yang tidak sesuai standar teknis. Sambungan pipa dinilai tidak rapi dan terkesan dikerjakan secara serampangan, sehingga air tidak dapat mengalir dengan tekanan yang cukup menuju permukiman. Kondisi ini memicu kemarahan warga karena proyek yang seharusnya menjawab kebutuhan dasar masyarakat justru berujung pada pemborosan air dan infrastruktur yang tidak berfungsi.


Akibat kebocoran yang semakin parah, warga menyebut pihak PDAM terpaksa menutup aliran air pada jaringan SPAM tersebut. Penutupan dilakukan untuk mencegah air terus terbuang percuma. Meski demikian, warga menilai langkah PDAM tersebut sudah tepat mengingat jaringan distribusi belum layak dioperasikan. 


“Kalau tetap dialirkan, air cuma terbuang. Lebih baik ditutup dulu,” kata seorang tokoh masyarakat setempat.


Sorotan tajam kini diarahkan kepada Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu selaku penanggung jawab program dan pengguna anggaran, serta pihak rekanan pelaksana pekerjaan. Masyarakat mengecam lemahnya pengawasan yang dilakukan dinas teknis tersebut dan menduga proyek dikerjakan secara asal jadi tanpa pengawasan ketat, sehingga hasil pekerjaan jauh dari harapan.


“Kalau pengawasannya benar, tidak mungkin bocor di banyak titik. Kami menduga pekerjaannya tidak serius, terkesan serampangan,” ujar warga lainnya.


Warga juga mempertanyakan bagaimana proyek tersebut bisa dinyatakan selesai, sementara secara faktual tidak memberikan manfaat apa pun. Mereka mendesak agar Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu segera melakukan evaluasi total terhadap proyek SPAM tersebut, termasuk menelusuri tanggung jawab pihak rekanan yang mengerjakan pekerjaan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu maupun rekanan pelaksana pekerjaan belum memberikan keterangan resmi terkait kecaman keras masyarakat tersebut. (Merliyansyah)

TerPopuler