Pringsewu,sinarberitanews.com— Kondisi jalan lingkungan (Jaling) di Pekon Way Ngison, Kabupaten Pringsewu, yang merupakan hasil pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu, dilaporkan mulai mengalami kerusakan. Padahal, jalan tersebut baru selesai dikerjakan pada akhir tahun 2025.
Berdasarkan penelusuran di lokasi, pada sejumlah titik permukaan jalan terlihat retak dan tidak lagi rata. Selain itu, di beberapa bagian lapisan aspal tampak mulai mengelupas, meski jalan tersebut belum lama digunakan oleh masyarakat setempat.
Diketahui, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari program Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota yang dilaksanakan oleh PUPR Kabupaten Pringsewu pada Tahun Anggaran 2025. Proyek yang dikerjakan berupa pembangunan jalan lingkungan ruas jalan di Pekon Way Ngison.Mengacu pada papan informasi kegiatan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp198.703.800 dan dikerjakan oleh CV Dwi Cendikia. Kontrak pekerjaan ditandatangani pada 13 November 2025 dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari kalender, sehingga pekerjaan diperkirakan rampung pada akhir Desember 2025.
Namun, belum genap beberapa bulan setelah pekerjaan selesai, kondisi jalan justru mulai dikeluhkan warga.
“Jalan ini baru selesai dibangun, tapi sekarang sudah terlihat retak di beberapa bagian. Kami jadi bertanya-tanya soal kualitasnya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut menilai, sejak awal pengerjaan, proses pengaspalan terlihat berlangsung cepat. Ia menduga ketebalan lapisan aspal tidak maksimal, sehingga berdampak pada daya tahan jalan.
Secara teknis, kerusakan jalan pada usia yang masih sangat muda umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya kualitas material, ketebalan lapisan aspal, proses pemadatan, serta kondisi lapisan dasar jalan. Jika tahapan tersebut tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi, maka kerusakan dini sulit dihindari.
Padahal, pembangunan jalan lingkungan merupakan fasilitas penting bagi aktivitas warga sehari-hari dan dibiayai dari anggaran publik. Karena itu, masyarakat berharap hasil pekerjaan infrastruktur dapat memberikan manfaat jangka panjang.
Warga berharap PUPR Kabupaten Pringsewu dapat melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan menindaklanjuti kondisi tersebut, serta memastikan pihak pelaksana bertanggung jawab atas kualitas pekerjaan yang telah dilaksanakan. (Merliyansyah)

