PRINGSEWU,sinarberitanews.com- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas meminta Karang Taruna untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung penguatan ekonomi kreatif dengan menciptakan peluang kerja dan memaksimalkan potensi daerah.
Permintaan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Karang Taruna Kabupaten Pringsewu 2026, sekaligus pengukuhan pengurus Karang Taruna Kecamatan Gadingrejo, Pardasuka Sukoharjo dan Banyumas di Aula Utama Pemkab Pringsewu, Sabtu (24/1/2026).
Ditegaskan Riyanto, Pemkab Pringsewu senantiasa mendukung program-program positif Karang Taruna selama sejalan dengan visi pembangunan daerah. Karenanya, ia berharap Karang Taruna Kabupaten Pringsewu dapat menyusun dan menyelaraskan program kerja dengan visi pembangunan Pringsewu Makmur, yakni Mandiri, Aman, Kondusif, Unggul dan Religius.
"Saya menyambut baik peran aktif Karang Taruna sebagai wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas pemuda, yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, serta turut berperan dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, rapat kerja memiliki arti sangat penting dan strategis, karena menjadi momentum untuk menyusun program kerja yang terarah, realistis, dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pemberdayaan generasi muda.
"Oleh karena itu, mari jadikan raker sebagai ajang evaluasi dan penyusunan strategi yang matang. Jadilah pekerja keras, patriot, dan pelopor perubahan, sebagaimana tema Sinergi dan Kolaborasi Pemuda Menuju Pringsewu Makmur," ucapnya.
Acara tersebut turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Lampung Syukron Muchtar, sejumlah kepala perangkat daerah serta jajaran pengurus Karang Taruna Kabupaten Pringsewu. (*/Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Setdakab Pringsewu/Isnanto Hapsara)
(30)
WABUP PRINGSEWU HARAPKAN TPS3R BERPERAN JAMIN PENYEDIAAN TPAS
PRINGSEWU - Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse dan Recycle (TPS3R) diharapkan lebih berperan dalam menjamin kebutuhan lahan yang semakin kritis bagi penyediaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS).
"Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk meletakkan TPA Sampah pada hirarki terbawah, sehingga meminimasi residu saja untuk ditimbun dalam TPAS," ujar Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila pada kegiatan Optimalisasi TPS3R KKN Tematik Inovasi IPB di TPS3R Pekon Waringinsari Timur, Kecamatan Adiluwih, pada Sabtu (24/1/2026).
Dikatakan, TPS3R lebih menekankan kepada cara pengurangan, pemanfaatan dan pengolahan sejak dari sumbernya pada skala komunal. Penyelenggaraan TPS3R diarahkan kepada konsep Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (daur ulang), yang dilakukan untuk melayani suatu kelompok masyarakat.
"Dalam pelaksanaannya, pengelolaan sampah merupakan rangkaian sub sistem pewadahan, sub sistem pengumpulan, sub sistem pengangkutan, sub sistem pengolahan dan sub sistem pemrosesan akhir, di mana infrastruktur TPS3R merupakan bagian dari sub sistem pengolahan," katanya.
Lebih lanjut dikatakan Umi Laila, bahwa konsep utama pengolahan sampah pada TP3R adalah untuk mengurangi kuantitas dan/atau memperbaiki karakteristik sampah, yang akan diolah secara lebih lanjut di TPAS. Terkait kegiatan KKN Tematik Inovasi tersebut, ia berharap dapat menjadi media pembelajaran bagi para mahasiswa untuk terjun langsung ke tengah masyarakat.
"Memahami kondisi nyata beserta permasalahan yang ada, sekaligus berkontribusi dalam merumuskan serta menciptakan inovasi dan solusi melalui pendekatan interdisipliner," ucapnya, pada kegiatan yang dihadiri anggota DPRD Pringsewu Eka Nurmayanti, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Camat dan Kapekon setempat beserta para mahasiswa IPB. (Merliyansyah)
