Pesawaran,sinarberitanews.com-Kondisi jalan di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran kian memprihatinkanKerusakan jalan yang terjadi sudah sangat parah, bahkan oleh masyarakat disamakan seperti kubangan kerbau. Permukaan jalan hancur, berlubang dalam, bergelombang, dan tergenang air saat hujan, sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.Ironisnya, hingga Senin, 05 Januari 2026, belum terlihat adanya langkah konkret dari dinas terkait untuk melakukan pembenahan. Jalan yang seharusnya menjadi wajah dan etalase pemerintahan daerah justru dibiarkan rusak parah tanpa penanganan serius.
Padahal, berdasarkan informasi yang beredar, jalan tersebut belum genap satu tahun diperbaiki. Namun fakta di lapangan menunjukkan kualitas jalan sangat jauh dari kata layak. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat dan pengguna jalan yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Keluhan masyarakat pun terus berdatangan. Banyak pengguna jalan mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari dan saat hujan turun. Lubang jalan tertutup genangan air sehingga sulit terlihat dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas serta kerusakan kendaraan.
“Kalau hujan, jalannya seperti kolam. Lubang-lubangnya dalam dan sangat berbahaya. Kami berharap segera diperbaiki,” ungkap salah satu pengguna jalan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik: ke mana peran dinas teknis terkait? Apakah kondisi jalan yang rusak parah di depan Kantor Pemda Pesawaran ini tidak menjadi prioritas, atau justru ada kesan pembiaran dan tutup mata terhadap keluhan masyarakat?
Masyarakat juga mempertanyakan kualitas pekerjaan proyek perbaikan jalan sebelumnya. Kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat mengindikasikan adanya masalah serius, baik dari sisi perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, mutu material yang digunakan, maupun lemahnya pengawasan teknis di lapangan.
Sebagai pusat aktivitas pemerintahan, jalan di sekitar Kantor Pemda Pesawaran seharusnya menjadi contoh infrastruktur yang baik dan berkualitas. Jika di lokasi strategis saja kondisinya rusak parah, maka wajar apabila masyarakat meragukan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola dan memelihara infrastruktur publik secara menyeluruh.
Masyarakat pengguna jalan berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun ke lapangan dan melakukan pembenahan secara cepat dan menyeluruh. Perbaikan diharapkan tidak sekadar bersifat sementara atau tambal sulam, melainkan dilakukan secara serius dan sesuai standar teknis agar tidak kembali rusak dalam waktu singkat.
Selain itu, masyarakat juga mendorong adanya evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat terhadap proyek-proyek infrastruktur daerah, termasuk keterlibatan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), agar anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata dan tidak merugikan masyarakat.
Harapan masyarakat sangat sederhana dan jelas: jalan segera dibenahi, keselamatan pengguna jalan dijamin, dan pemerintah daerah menunjukkan tanggung jawab nyata dalam menjaga fasilitas publik yang menjadi kebutuhan bersama. (Dyrz)