Pringsewu,sinarberitanews.com-Proyek Dinas Kesehatan tahun anggaran 2025 diduga jadi ajang korupsi berjamaah baik bagi rekanan juga Pejabat Dinas Kesehatan, yang ditengarai ada kerjasama mengondisikan pelaksanaan pembangunan proyek Puskesmas pembantu (Pustu) Pekon Sumberrejo Kecamatan Pagelaran dan Pustu Pekon Kresnamulyo Kecamatan Ambarawa.
Menurut sumber yang minta namanya dirahasiakan mengatakan pada pelaksanaan kedua proyek Pustu tersebut diduga jadi ajang korupsi bagi pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu karena diyakini telah terjadi kerjasama antara rekanan dan pejabat Dinkes Kabupaten Pringsewu karena seperti sengaja tidak ada pengawasan dari pihak Dinas terkait, seakan ada pembiaran sekalipun kualitas bangunan buruk.
"Melihat lemahnya pengawasan proyek pustu tersebut kami menduga ada kerjasama antara rekanan dan pejabat Dinkes dalam memuluskan hajat mereka," kata sumber.
Lebih jauh sumber juga menjelaskan dalam pelaksanaan pembangunan proyek kedua Pustu tersebut diduga melanggar gambar dan petunjuk sfeksifikasi tekhnis karena dimulai sejak galian pondasi awal tidak rata keliling bangunan ada yang galiannya dalam bahkan ada yang dangkal galian pondasinya hanya sekitar 10cm kedalamannya, demikian juga besi rangka cakar ayam dipasang dengan besi kecil ukuran 10mm yang dioplos dengan besi ukuran 8mm, bahkan tidak semua sudut pondasi bangunan dipasang cakar ayam.
Sebagai perhatian Pustu Pekon Sumberrejo hanya dipasang dua cakar ayam bagian tihang depan saja sementara tihang pondasi bagian belakang tidak dipasang cakar ayam, hal yang sama juga terjadi pada pelaksanaan pembangunan Pustu Pekon Kresnamulyo juga cakar ayamnya tidak dipasang pada keliling bangunan hanya bagian depan saja.
Yang lebih menariknya kedua Pustu ini rangka besi cor slup bawah, slub atas dan tihang bangunan serta cakar ayamnya hanya menggunakan besi kecil ukuran 10mm yang dioplos dengan besi ukuran 8mm, namun anehnya terkesan dibiarkan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, karena jika ingin bangunan kuat tentunya besi cor tersebut sebagai tulangan wajib ukuran 12mm supaya kuat, juga apapun dalihnya tidak dibenarkan besi bangunan ukuran belang tidak sama alias dioplos.
Demikian juga pelaksanaan pembangunan pengadukan semen dinding dan cor tihang diduga tidak sesuai standar kualitas pembangunan karena diaduk tidak dengan takaran yang sesuai dan semaunya tidak dengan takaran yang sesuai standar kualitas bangunan, dikhawatir akan mengurangi kualitas bangunan.
"Saya yakin telah melanggar gambar dan RAB karena selain besi slub, cor ukuran kecil adukan semen bangunan juga kualitas buruk," jelasnya.
Menurut sumber lain yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan pada pelaksanaan pembangunan pada proyek Pustu ini ada isu penarikan setoran yang dilakukan oleh oknum pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu dengan sejumlah angka tertentu, ini pernah dikeluhkan oleh salah satu rekanan karena ditarik oleh pejabat dinas, terang saja rekanan tersebut merasa kaget karena tidak menduga sebelumnya ada tarikan sedemikian itu.
Dijelaskan dia juga terang saja hal ini akan sangat mempengaruhi kualitas pembangunan pada gedung Pustu tersebut karena keluhan rekanan tersebut mempengaruhi pelaksanaan pembangunan proyek, karena para rekanan ini terpaksa harus menuruti karena takut dengan pejabat tersebut, namun sangat disayangkan oknum pejabat Dinas Kesehatan tersebut memperkaya diri sementara kualitas bangunan buruk karena tidak lagi ada pengawasan karena sudah jadi ajang korupsi berjamaah bagi mereka.
Menurut data media ini sejak awal pelaksanaan pembangunan puskesmas pembantu Pekon Sumberrejo Kecamatan Pagelaran dengan pagu anggaran Rp.878.839.000,- dengan nilai kontrak 000.3.3/Kontrak/3777/D.02/2025 tanggal 23Juli 2025, dengan rekanan CV.ANUGRAH CAHAYA MIKAYLA yang beralamat Labuhan Ratu Bandar lampung.
Sama juga dengan pelaksanaan pembangunan puskesmas pembantu Pekon Kresna Mulyo Kecamatan Ambarawa dengan pagu Rp.876.592.000,- dengan kontrak 000.3.3/Kontrak/3775/PPK/D.02/2025 dengan rekanan CV.RAHMAN JAYA.
Sementara, Darli selaku kepala bidang pelayanan masyarakat dinas kesehatan kapubaten pringsewu belum bisa di konfirmasi secara resmi, melalui pesan singkat "Waalaikumsalam
Masih DL bang." Seakan tertutup dan terkesan tidak bisa memberikan keterangan. (Merliyansyah)


