JAKARTA, sinarberitanews.com - Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 yang jatuh pada Senin, 9 Februari 2026, menjadi momentum bersejarah bagi insan pers serta keluarga besar wartawan di seluruh Indonesia. Puncak peringatan HPN tahun ini dipusatkan di Kota Serang, Provinsi Banten, dan diikuti oleh berbagai elemen pers dari beragam daerah di Tanah Air.
Hari Pers Nasional berakar dari peristiwa bersejarah berdirinya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Solo (Surakarta), Jawa Tengah. Organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut lahir sebagai bagian dari perjuangan mempertahankan kemerdekaan melalui peran strategis pers dalam menyuarakan kebenaran serta membangun kesadaran nasional.
Pada awal pendiriannya, PWI dipimpin oleh Mr. Sumanang Surjowinoto sebagai ketua pertama dan Sudarjo Tjokrosisworo sebagai sekretaris. Keduanya didukung oleh sejumlah tokoh pers nasional yang berperan aktif dalam dinamika pers pascakemerdekaan. Beberapa nama yang tercatat dalam literatur sejarah pers Indonesia antara lain Adam Malik, B.M. Diah, Rosihan Anwar, M. Jusuf Ronodipuro, Bur Rasuanto, Soeharto Djojonegoro, serta Koesnadi Hardjasoemantri.
Meski terdapat perbedaan versi mengenai daftar lengkap tokoh pendukung, Mr. Sumanang Surjowinoto dan Sudarjo Tjokrosisworo secara konsisten diakui sebagai figur sentral berdirinya PWI.
Tanggal 9 Februari, yang bertepatan dengan hari lahir PWI, kemudian ditetapkan secara resmi sebagai Hari Pers Nasional melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto. Penetapan tersebut menjadi tonggak penting pengakuan negara terhadap peran vital pers dalam kehidupan demokrasi dan pembangunan nasional.
Dalam sistem demokrasi modern, pers dikenal sebagai pilar keempat demokrasi yang melengkapi konsep Trias Politica, yakni legislatif sebagai pembentuk undang-undang, eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan, dan yudikatif sebagai lembaga peradilan. Pers berfungsi sebagai pengawas kekuasaan sekaligus penyalur informasi publik yang objektif, kritis, dan bertanggung jawab.
Salah satu sosok yang turut menyambut peringatan HPN ke-80 adalah Rika Herustika, perempuan kelahiran Jakarta tahun 1972. Rika dikenal sebagai bagian dari keluarga besar wartawan, mengingat suaminya merupakan jurnalis yang aktif sejak Maret 1994. in syaa Allah, Rika berangkat menuju Kota Serang, Banten, pada Sabtu, 7 Februari 2026, untuk menghadiri kegiatan HPN 2026.
Dari sisi akademik, Rika Herustika merupakan lulusan salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta dengan jurusan Manajemen Keuangan Perbankan dan dinyatakan lulus pada tahun 1995. Ia juga tercatat sebagai alumni SMP Negeri 70 Jakarta angkatan 1988, angkatan yang dikenal melahirkan sejumlah tokoh nasional.
Salah satu tokoh nasional dari SMP Negeri 70 Jakarta angkatan 1988 adalah Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.Si., lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994.
Selain itu, terdapat pula Euis Handayani, sesama alumni angkatan 1988, yang dikenal sebagai istri dari Prof. Dr. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra.
Sebagai bentuk partisipasi dalam peringatan Hari Pers Nasional ke-80, Rika Herustika telah mempersiapkan berbagai perlengkapan, mulai dari busana bernuansa biru dan oranye, pin, kaus bertuliskan “HPN ke-80 Serang”, sepatu, hingga tas. Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan khusus untuk menghadiri HPN 2026 di Serang, Banten.
Momentum Hari Pers Nasional tidak hanya menjadi ajang refleksi atas peran pers dalam menjaga demokrasi dan kebebasan informasi, tetapi juga memperkuat solidaritas antara wartawan dan keluarga besar pers sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam perjalanan panjang sejarah jurnalistik Indonesia.
Rika Herustika berharap peringatan Hari Pers Nasional ke-80 di Serang, Provinsi Banten, dapat berjalan lancar tanpa hambatan, serta dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, para pejabat negara, dan tokoh-tokoh pers nasional.
Catatan Redaksi:
Pers berasal dari bahasa Belanda pers.
Press berasal dari bahasa Inggris press.
Wartawan merupakan Profesi dalam bahasa Indonesia.(hs/Pemred).
