PESAWARAN,sinarberitanews.com – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ditunjukkan Klinik Ridho Husada dengan membuka Posko Kesehatan dan membagikan ribuan masker kepada warga di Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
Posko tersebut didirikan di Jalan Raya Pasar Kedondong. Kehadiran posko ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Klinik Ridho Husada dalam membantu masyarakat, khususnya warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah di tengah kondisi udara yang terdampak abu vulkanik.
CEO Klinik Ridho Husada, H. Khuzil Afwa Kahuripan, S.H., M.H.I., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen pihaknya untuk hadir di tengah masyarakat.
Menurutnya, bantuan masker diberikan sebagai langkah sederhana untuk membantu mengurangi risiko masyarakat menghirup abu vulkanik saat beraktivitas di luar ruangan.
“Kegiatan hari ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada warga yang sedang merasakan dampak abu vulkanik. Kami ingin hadir dan memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
Imbauan untuk Warga
Khuzil juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan meningkatkan kewaspadaan selama abu vulkanik masih berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.
Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika berada di luar rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.
Selain itu, warga disarankan menutup pintu, jendela, dan ventilasi rumah untuk mengurangi masuknya abu. Makanan dan minuman juga perlu ditutup rapat agar tidak terkontaminasi.
Untuk melindungi mata dari paparan abu, masyarakat dapat menggunakan kacamata pelindung. Apabila mata terkena abu, masyarakat diimbau tidak menguceknya, melainkan segera membilas dengan air bersih.
Khusus bagi pengguna kendaraan, terutama sepeda motor, masyarakat diminta meningkatkan kehati-hatian karena kondisi jalan dan jarak pandang dapat terganggu akibat abu.
Ia juga turut mengajak masyarakat memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi dan terpercaya, seperti BMKG, PVMBG, BPBD, serta Pemerintah Daerah.
Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat sekaligus dapat mengikuti arahan keselamatan apabila terjadi perubahan kondisi di lapangan,''ujar Khuzil. (Dyrz)
