BEKASI,sinarberitanews.com-Organisasi Kepemudaan (OKP) FORUM Forum Remaja Dan Mahasiswa Bekasi (FORMASI) Polres Bekasi Kota Untuk segera menangkap terduga pelaku kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak dibawah umur.
Desakan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus memilukan yang terjadi di JL KP BABAKAN RT 05, RW 01 MUSTIKA SARI, MUSTIKAJAYA, KOTA BEKASI, JAWA BARAT , yang kini tengah dalam penanganan pihak kepolisian.
DPP FORMASI menilai, aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tegas mengingat korban merupakan anak di bawah umur dan menghancurkan anak bangsa.“Ini bukan kejahatan biasa. Kami mendesak Polres Kota Bekasi segera menangkap pelaku tanpa menunda-nunda. Jangan sampai ada kesan lamban dalam penanganan kasus ini,” tegas Tri Handito Ketua Umum Formasi Keterangannya 22-Mei-2026.
Kasus tersebut menjadi perhatian serius masyarakat karena menyangkut keselamatan dan perlindungan anak. DPP FORMASI menegaskan bahwa setiap bentuk kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia dan masa depan generasi muda.
Selanjutnya Abu Ketua KAPERWIL FORMASI, pihaknya juga meminta agar aparat kepolisian memberikan pendampingan psikologis serta perlindungan maksimal kepada korban dan keluarga selama proses hukum berlangsung. Ia menilai, korban membutuhkan perhatian khusus agar dapat pulih dari trauma yang dialami.
“Korban harus mendapatkan perlindungan hukum dan pendampingan secara menyeluruh. Kami berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta lembaga perlindungan anak ikut turun tangan membantu proses pemulihan korban,” ujarnya.
Selain mendesak percepatan penangkapan pelaku, KAPERWIL FORMASI juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar-akarnya dan memberikan hukuman seberat-beratnya apabila pelaku terbukti bersalah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
KAPERWIL FORMASI menyatakan akan terus mengawal proses hukum kasus ini agar berjalan transparan, profesional, dan tidak berhenti di tengah jalan. Organisasi kepemudaan tersebut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak guna mencegah terulangnya kasus serupa.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam terhadap kekerasan seksual terhadap anak. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi melindungi masa depan generasi bangsa,” tutup Abu.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku. Masyarakat berharap aparat dapat segera mengungkap kasus tersebut dan memberikan rasa keadilan bagi korban serta keluarganya.(DT)
