Dinilai Tidak Tepat Sasaran MCK Pekon Tri mulyo Memicu Keresahan Luas Dikalangan Masyarakat Setempat -->

Dinilai Tidak Tepat Sasaran MCK Pekon Tri mulyo Memicu Keresahan Luas Dikalangan Masyarakat Setempat

12/08/2026, Agustus 12, 2026

 

Lam-Barat, sinarberitanews.com-Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan keluhan tersebut, Sabtu (9/8/2026). Warga merasa aneh dengan penentuan lokasi pembangunan yang dinilai tidak sesuai sasaran.

 

"Anehnya, ada rumah yang jelas-jelas tidak berpenghuni, bahkan ada yang lokasinya belum ada bangunan rumahnya, justru dibangunkan MCK. Padahal tujuan program ini jelas untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan," ungkap salah satu warga. 

Diduga Penentuan Lokasi Sembarangan

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa titik pembangunan MCK dinilai tidak memenuhi kriteria penerima manfaat yang seharusnya. Warga menduga kuat penentuan lokasi tidak melalui proses yang transparan dan cenderung mengikuti keinginan pihak tertentu saja.

 

"Program ini sebenarnya sangat baik, tujuannya membantu warga yang belum memiliki MCK. Tapi kalau yang mendapat justru rumah kosong, sementara warga yang benar-benar membutuhkan tidak kebagian, ini namanya pemborosan uang negara," tambahnya dengan nada kecewa.

 

Warga berpendapat jika hal ini dibiarkan, maka tujuan program untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat tidak akan tercapai. Mereka pun meminta pihak berwenang mulai dari Pemerintah Pekon, Pihak Kecamatan, Dinas terkait, hingga Inspektorat Kabupaten Lampung Barat untuk melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh.

 

Warga Ajukan Tiga Tuntutan

 

Merespons dugaan penyimpangan tersebut, warga Pekon Trimulyo menyampaikan tiga tuntutan:

 

1. Dinas terkait segera melakukan audit dan verifikasi ulang terhadap daftar penerima manfaat program Sanitasi MCK di Pekon Trimulyo.

2. Aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran dalam program tersebut.

3. Agar program ke depannya benar-benar tepat sasaran, yaitu diberikan kepada warga yang kurang mampu dan belum memiliki fasilitas MCK.

 

"Kami tidak menolak program pemerintah. Kami hanya meminta agar program ini dijalankan dengan jujur dan sesuai aturan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya," pungkas warga tersebut.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Pekon Trimulyo belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan tanggapan terkait laporan dugaan penyimpangan program sanitasi tersebut.


(Anggi Saputra)

TerPopuler